Jumat, 05 September 2008

Tanda Pengenal Manusia pada Sidik Jari Anda

. Jumat, 05 September 2008
0 komentar


Oleh " Abdulloh Musyafa'
Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.
Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4)

Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.


Klik disini untuk melanjutkan »»

Sahabat Nabi Generasi Terbaik hingga kini

.
0 komentar

Oleh : Abdulloh Musyafa
Syi'ah mencela para sahabat Nabi SAW, tapi apakah akal dan logika yang sehat dapat menerima tuduhan syi'ah? Apakah tuduhan syi'ah bisa dicerna akal yang sehat? Atau hanya bisa diterima oleh mereka yang akalnya istirahat?
Ahlussunah meyakini para sahabat Nabi secara umum adalah generasi terbaik di bawah tingkatan para Nabi, khususnya Abubakar, Umar, Usman dan Ali.Ahlussunnah mendasarkan pendapat di atas dari dasar-dasar:Ayat-ayat Al Qur’an yang memuji merekaJuga sunnah Nabi yang memuji merekaAkal sehat yang menetapkan bahwa mereka telah lulus mengikuti pelajaran di sekolah terbesar dalam sejarah, yang diasuh oleh Rasulullah, yang dibimbing langsung oleh Allah swt.Begitu juga dengan fakta yang ada, mereka dapat menaklukkan dunia dalam waktu yang sangat singkat.Sebaliknya, syi’ah 12 imam mereka menyatakan bahwa sekolah ini telah gagal, dan para sahabat tidak ada yang lulus kecuali sedikit, kurang dari jumlah jari tangan.Kitab Al Kafi memuat riwayat dari Humran bin A’yun, saya bertanya pada Abu Ja’far: semoga aku dijadikan tebusan bagimu, betapa sedikit kelompok kita, jika kita berkumpul untuk makan seekor kambing pasti tidak dapat menghabiskannya, lalu Abu Ja’far berkata: maukah aku ceritakan perkara yang lebih mengherankan; seluruh Muhajirin dan Anshar semuanya telah pergi kecuali –Abu Ja’far membuat isyarat angka tiga dengan tangannya- yakni, mereka semua telah murtad selain tiga orang [Al Kafi jilid 2 hal 244]Apakah vonis ini dapat diterima oleh akal sehat?Akal sehat yang terbebas dari pengaruh luar dan sungguh-sungguh mencari kebenaran layak untuk menemukan kebenaran dengan ijin Allah.Di sini kami berusaha untuk memaparkan kebenaran lewat penjelasan singkat berikut;Pertama; para sahabat kaum muhajirin mereka dulunya adalah orang-orang musyrik yang memeluk agama yang dianut oleh kaum mereka sendiri, lalu Allah mengutus Nabi dari golongan mereka yaitu Muhammad SAW, yang kemudian menjelaskan kebatilan agama mereka. Kaumnya mendustakan dan mengingkari ajakan Nabi Muhammad, tetapi ada beberapa orang dari kaum Quraisy yang menyimpang dari ajaran kaumnya, lalu memeluk agama Islam walaupun dengan menghadapi resiko yang menghadang. Kaum Quraisy memusuhi mereka, mengusir mereka dari tanah air, bahkan banyak dari mereka yang disiksa dan dibunuh. Setiap orang yang masuk Islam tidak lagi dihormati dan tidak lagi diajak bicara, kaum Quraisy memboikot ekonomi mereka, ada dari mereka yang menghadapi ujian itu dengan tabah, ada juga yang dilindungi oleh kabilah mereka, ada juga yang berhijrah ke Habasyah, menanggung beban sebagai orang asing yang jauh dari tanah air dan sanak saudara, tanpa imbalan harta dan hasil duniawi yang diraih.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Nabi Adam Bukan Dari Syurga

.
0 komentar

Oleh " Abdulloh Musyafa'
Banyak orang berpikir tentang asal-usul manusia di bumi. Konsep agama yang mengatakan Adam adalah manusia di bumi dipertanyakan oleh ilmuwan yang pro evolusi. Al Quran memberikan petunjuk tentang penciptaan Adam yang berasal dari tanah (materi atomik), bila kita pelajari lagi ayat Al Quran dengan penjelasa ayat lain akan kita pahami Adam diciptakan bukan di bumi kita ini tetapi di "jannah" (arti harfiahnya taman, surga). Dalam hal ini jika kita berpikir secara riil material bahwa Adam adalah manusia pertama yang dikirim ke bumi dari "suatu tempat" (bisa planet lain yang indah seperti taman - tetapi bukan surga). Mengapa bukan dikirim dari surga? bahwa surga adalah tempat yang akan dihuni manusia kelak di mana dimensi waktu konstan karena dikatakan manusia akan tetap berusia muda selamanya. Berarti sekarang (dimensi waktu manusia) surga dan neraka belum tercipta, juga dalam Al Quran penciptaan alam semesata dijelaskan tetapi penciptaan surga dan neraka (kampung akhirat) tidak dijelaskan rinci hanya dijelaskan bahwa alam semesta akan hancur pada "yaumul sa'ah" dan akan dibangkitkan pada "yaumul qiyamah". Alam semsta ini setelah hancur akan didirikan lagi dalam kondisi dimana dimensi waktu konstan sehingga akan bersifat kekal abadi. Kembali ke topik pembahasan, Nabi Adam dan Hawa yang dkirim ke bumi adalah manusia beriman dan berakal yang diutus sebagai khalifah di bumi kita ini. Dapat kita bayangkan bagaimana Nabi Adam datang ke bumi, dengan suatu wahana berupa pesawat antariksa, buraq, piring terbang atau sejenisnya? Insya Allah ada kemungkinannya. Mengapa? Kita pelajari sejarah nabi Nuh yang mendapat wahyu untuk membuat kapal karena akan ada bencana di bumi. Pengertian kapal bisa diartikan sesuatu yang mengapung, bisa jadi berupa pesawat yang mengapung (?) Nabi Ibrahim ketika dalam masa pencarian juga mengamati antariksa dan kemudioan mendapat wahyu dan pencerahan untuk mendapatkan pengertian keberadaan Allah. Begitu pula sejarah Nabi Isa yang sudah kita ketahui dari Al Quran bahwa beliau diangkat dari bumi dan nanti di akhir jaman akan diturunkan lagi ke bumi dan akan meninggal di bumi ini. Bayangan kita yaitu Nabi Isa diangkat yaitu naik suatu pesawat dengan kecepatan cahaya atau lebih menuju suatu tempat (planet) dan sekarang masih hidup dan ketika kembali ke bumi nanti masih hidup meskipun dalam perhitungan waktu bumi sampai saat ini berusia 2006. Einstein akhirnya dapat mejelaskan hal ini dengan cerita si kembar. Terakhir yaitu nabi Muhammad SAW yang Isra' Mi'raj ke antariksa dengan pesawat yang terbang secepat kilat (al barqun/buraq). Bila dihitung perjalanan Nabi Muhammad hanya dalam hitungan jam sudah bisa pulang pergi ke sidratul muntaha (suatu tempat, mungkin planet terjauh yang akan terjangkau manusia bumi). Asumsi kita planet terjauh yang diketahui yaitu planet ke-10 (Xena) maka diperlukan pesawat yang terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya (Di Surat An-Nur disebutkan tentang "nur alanuuri" cahaya di atas cahaya). Hasil renungan ini masih perlu di-cross check dengan ayat-ayat Al Quran yang sesuai. Insya Allah akan saya tuliskan lagi ayat-ayat yang menjelaskannya. Atau ada kawan lain yang bisa melengkapinya. Al Quran adalah PETUNJUK (manual book) bagi manusia yang sangat lengkap. Masihkah umat Islam yang ditunutut sebagai ulil albab (peneliti) hanya sekedar membaca, mengahafalnya saja? Sudah saatnya kita taddabur Al Quran dan akan kita dapati banyak PETUNJUK yang menuntun manusia kepada keimanan.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com