Jumat, 05 September 2008

Sahabat Nabi Generasi Terbaik hingga kini

. Jumat, 05 September 2008

Oleh : Abdulloh Musyafa
Syi'ah mencela para sahabat Nabi SAW, tapi apakah akal dan logika yang sehat dapat menerima tuduhan syi'ah? Apakah tuduhan syi'ah bisa dicerna akal yang sehat? Atau hanya bisa diterima oleh mereka yang akalnya istirahat?
Ahlussunah meyakini para sahabat Nabi secara umum adalah generasi terbaik di bawah tingkatan para Nabi, khususnya Abubakar, Umar, Usman dan Ali.Ahlussunnah mendasarkan pendapat di atas dari dasar-dasar:Ayat-ayat Al Qur’an yang memuji merekaJuga sunnah Nabi yang memuji merekaAkal sehat yang menetapkan bahwa mereka telah lulus mengikuti pelajaran di sekolah terbesar dalam sejarah, yang diasuh oleh Rasulullah, yang dibimbing langsung oleh Allah swt.Begitu juga dengan fakta yang ada, mereka dapat menaklukkan dunia dalam waktu yang sangat singkat.Sebaliknya, syi’ah 12 imam mereka menyatakan bahwa sekolah ini telah gagal, dan para sahabat tidak ada yang lulus kecuali sedikit, kurang dari jumlah jari tangan.Kitab Al Kafi memuat riwayat dari Humran bin A’yun, saya bertanya pada Abu Ja’far: semoga aku dijadikan tebusan bagimu, betapa sedikit kelompok kita, jika kita berkumpul untuk makan seekor kambing pasti tidak dapat menghabiskannya, lalu Abu Ja’far berkata: maukah aku ceritakan perkara yang lebih mengherankan; seluruh Muhajirin dan Anshar semuanya telah pergi kecuali –Abu Ja’far membuat isyarat angka tiga dengan tangannya- yakni, mereka semua telah murtad selain tiga orang [Al Kafi jilid 2 hal 244]Apakah vonis ini dapat diterima oleh akal sehat?Akal sehat yang terbebas dari pengaruh luar dan sungguh-sungguh mencari kebenaran layak untuk menemukan kebenaran dengan ijin Allah.Di sini kami berusaha untuk memaparkan kebenaran lewat penjelasan singkat berikut;Pertama; para sahabat kaum muhajirin mereka dulunya adalah orang-orang musyrik yang memeluk agama yang dianut oleh kaum mereka sendiri, lalu Allah mengutus Nabi dari golongan mereka yaitu Muhammad SAW, yang kemudian menjelaskan kebatilan agama mereka. Kaumnya mendustakan dan mengingkari ajakan Nabi Muhammad, tetapi ada beberapa orang dari kaum Quraisy yang menyimpang dari ajaran kaumnya, lalu memeluk agama Islam walaupun dengan menghadapi resiko yang menghadang. Kaum Quraisy memusuhi mereka, mengusir mereka dari tanah air, bahkan banyak dari mereka yang disiksa dan dibunuh. Setiap orang yang masuk Islam tidak lagi dihormati dan tidak lagi diajak bicara, kaum Quraisy memboikot ekonomi mereka, ada dari mereka yang menghadapi ujian itu dengan tabah, ada juga yang dilindungi oleh kabilah mereka, ada juga yang berhijrah ke Habasyah, menanggung beban sebagai orang asing yang jauh dari tanah air dan sanak saudara, tanpa imbalan harta dan hasil duniawi yang diraih.

0 komentar:

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com